Jumat, 10 Februari 2012

PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN DI JEPANG



            Jepang merupakan salah satu dari negara maju yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik di sektor manapun. Jepang merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di Asia Timur. Jepang memiliki 6852 pulau dengan empat pulau besar yaitu Hokkaido, Honsyu, Shikoku, dan kyushu. Jepang juga memiliki gunung-gunung berapi yang masih aktif, salah satunya adalah Gunung Fuji. Penduduk Jepang sampai saat ini mencapai 128 juta orang dimana golongan tua mendominasi dari pada golongan muda artinya angka harapan hidup di Jepang sangat tinggi. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang yang memiliki penduduk sekitar 30 juta orang. Didalam pembagian wilayah didalam letak geografisnya, maka Jepang dibagi menjadi 10 wilayah yaitu: Hokkaido, Tohoku, Hokuriku, Kanto, Chubu, Kansai (kinki), Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Kepulauan Ryukyu.
            Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional artinya kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam konstitusi sehingga memiliki banyak batasan-batasan. Kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri Jepang sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat Jepang. Parlemen Jepang memiliki parlemen dua kamar yaitu Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis Rendah dipilih langsung oleh masyarakat Jepang setiap 4 tahun sekali sedangkan Majelis Tinggi dipilih setiap 6 tahun sekali. Dalam hal ini maka kinerja Perdana Menteri harus di pertanggung jawabkan dihadapan parlemen. Perdana Mentri juga mempunyai wewenang didalam pengangkatan menteri-menteri kabinet. Sedangkan Perdana Menteri diangkat oleh Kaisar Jepang berdasarkan surat keputusan Parlemen Jepang. Sehingga saling adanya sebuah keterkaitan antara Kaisar Jepang, Perdana Menteri serta menteri-menteri kabinet. Walaupun negara Jepang merupakan negara monarki dimana berbentuk kerajaan tetapi masih menganut adanya konstitusional didalam menjalankan roda pemerintahannya. Hal ini dikarenakan Jepang telah menjadi negara yang berdemokrasi yang bertujuan untuk melindungi dan mensejahterakan masyarakat Jepang.
Didalam demografinya, populasi Jepang didominasi oleh golongan tua dari pada golongan muda, sehingga Jepang dapat dikatakan negara  memiliki angka harapan hidup tertinggi. Dari demografi inilah Jepang dapat dilihat memiliki kelemahan didalam penerus negara karena yang lebih mendominasi kualitas dan kuantitas adalah golongan tua. Jepang memberikan subsidi kepada orang tua yang berumur 60 tahun keatas sebesar 10 yen/bulan atau 10 juta rupiah perbulan. Faktanya Jepang kekurangan generasi-generasi muda berikutnya akan menghambat pembangunan dan pertumbuhan. Jepang merupakan negara yang memiliki kerja keras dan disiplin yang tinggi didalam kehidupan sehari-hari. Disamping karena kebutuhan pokok yang mahal dan gaya hidup menuntut mereka agar bekerja. Di Jepang mereka harus bekerja kurang lebih 12 jam perhari baik itu wanita ataupun pria.
Disamping itu,  Jepang juga memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Amerika Serikat dan menjalankan kebijakan luar negeri berdasarkan pakta keamanan AS-Jepang. Kita ketahui bahwa pada Perang Dunia II membuat Jepang menyerah kepada sekutu yang dipimpin oleh AS. Sehingga dalam kemiliteran Jepang masih dikuasai oleh AS. Tetapi perlahan tapi pasti, Jepang membangun kembali kapabilitas pertahanannya melalui strategi “Ju-Jitshu” didalam pertahan dan keamanan setelah AS memberikan aliansi agar Jepang menjaga keamanan dalam negerinya sendiri.
Untuk isu-isu atau permasalah Internal di Jepang sendiri yaitu dimana kehidupan di negara ini menjadi sangat keras karena banyaknya penipuan, perampokan, pencurian. Dan yang terkenal di Jepang adalah Yakuza (mafia kelas atas). Yakuza adalah nama sindikat terorganisir di Jepang atau mafia Jepang. Kelompok yakuza inilah yang membuat keresahaan masyarakat Jepang karena kelompok inilah yang paling ditakuti. Kelompok yakuza ini asalnya merupakan pelindung masyarakat Jepang dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah Jepang yang disebut machi-yokko (Satgas desa), tetapi kemudian berbalik arah dimana mereka lebih memilih profesi awal dengan menjadi seorang preman. Pekerjaan bisnis ilegal  mereka adalah pachinko, perdagangan ampethamine (termasuk ice dan ekstasi), prostitusi, pornografi, pemerasan, hingga penyelundupan senjata. Pemerintah Jepang sulit membasmi Yakuza karena kesetiaan mereka. Karena disana terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama sehingga kelompok ini sulit dibasmi. Selain beroperasi secara di level bawah, Yakuza juga menggurita di kalangan politisi Jepang. Beberapa praktik suap telah terbongkar bahwa Yakuza sudah masuk di dalam politisi bahkan pemerintahan. Program rekapitalisasi perbankan Jepang yang berlarut-larut tidak kunjung selesai diperparah oleh keterlibatan Yakuza yang sangat berkepentingan dalam bisnis properti dan kredit perbankan. Dalam operasinya, Yakuza membeli aset di Amerika dan salah satu yang pernah mencuat ke permukaan adalah keterlibatan Prescott Bush, saudara dari presiden George H.W. Bush dan paman dari Presiden George W. Bush, dalam transaksi penjualan perusahaan Aset Management International Financing & Settlements di awal 1990an[1].
Faktor Politik dan sosial yang ada didalam isu atau permasalahan itu adalah dimana terdapat unsur politik yang membuat sindikat besar yang terorganisasi di Jepang bahkan sampai ke International. Serta adanya campurtangan pihak lain yang mendukung aksi Yakuza. Sehingga dapat dilihat bahwa faktor yang paling utama adalah di Jepang adalah tingkat keamanan yang sulit dicapai untuk masyarakat Jepang sendiri.


[1] http://www.adipedia.com/2010_07_25_archive.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar